Pada Senin dini hari, 21 Oktober 2025, bencana tanah longsor melanda wilayah Desa Giyombong, Kecamatan Bruno. Peristiwa tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 03:00 WIB, saat sebagian besar warga masih terlelap.
Bencana ini berdampak pada dua dusun, yaitu Dusun Giyombong Lor dan Dusun Giyombong Kidul.
Dusun Giyombong Lor, RT 01/ RW 03
Tanah longsor menerjang rumah milik Bapak Muharis (59 tahun) di Dusun Giyombong Lor, RT 01/RW 03. Rumah permanen berukuran 5 x 7 meter tersebut ditempati oleh satu keluarga dengan empat jiwa (1 KK, 4 jiwa).
Dampak yang ditimbulkan cukup signifikan:
Kerusakan Dinding: Dinding rumah mengalami kerusakan parah (jebol) akibat hantaman material longsoran.
Kerusakan Atap: Rangka atap/kuda-kuda pada bagian teras rumah roboh.
Meskipun tidak ada korban jiwa, keluarga Bapak Muharis terpaksa mengungsi sementara ke tempat anaknya untuk menghindari bahaya dan memungkinkan penanganan lebih lanjut.
Dusun Giyombong Kidul, RT 02/ RW 04
Di Dusun Giyombong Kidul, RT 02/RW 04, ancaman bencana menimpa rumah permanen berukuran 8 x 12 meter milik Bapak Khamidin (45 tahun). Rumah ini dihuni oleh satu keluarga dengan empat jiwa (1 KK, 4 jiwa).
Berbeda dengan kejadian di Giyombong Lor, rumah Bapak Khamidin terancam bahaya tanah bergerak. Ancaman ini memicu usulan bantuan bronjong (anyaman kawat berisi batu) sebagai upaya mitigasi dan pencegahan agar longsor susulan tidak terjadi dan mengancam keselamatan penghuni.